Pages

Rabu, 26 November 2014

Tetesan Kata "Geredees (Tak Sama)"

"serilah ulung ni belo serecak uwah ni pinang sekulah beloh muranto pantang ulak sebelum menang"



 “Geredees (Tak Sama)”
  
Karya : Usman Kari

                                                         
Terlalu bisu mulutku bicara
Bias - bias kecil mulai menyerupai
Mata sayu melirik secuil cahaya
tak sanggup melihat bias setitik
walau nyata juga menghampiri

Kaki melangkah terasa mudah
Hingga memberanikan diri untuk berlari
namun apa daya melangkah jauh
Hanya bisa bercengkrama dengannya
Seolah mengajarkan tetesan malam dengan gelapnya tanpa diam

Semua masih dalam genggaman
Dan ocehan itupun selalu menyapa
tertata dan berantaikan api
Semua ini tak bisa dihindari
Hanya takdir yang bisa berbicara
Menunggu waktu saatnya tiba

Persimpangan itu selalu hadir
Entah itu merupakan kewajiban
Atau hanya sekilas pandangan
Tak ada satupun berani menghampiri
Walau tak bisa aku harus melawan

Takdir terus mengenggam dengan kuat
Walau badan telah luluh lantak
Sepertinya langkah ini pasti
Menyerupai diri sendiri dengan adanya
Aku bisa dan aku bisa

Dia tidak pernah kenal waktu
kata-kata mu saja terdiam membisu
Seolah membuat dia terkesan malu
Bukankah itu adalah pola pikir tingkahmu
nyata dan nyata semua tak sama

Dan mulut kini mulai tepasung
Saat kau diam tanpa bahasa
Mengartikan hidup ini tak sama
Semua tak sama dan tak permah sama

Ijinkan aku wahai sang malam
Menghapus kisah malam ini
Sedikit memang terkadang terlihat pilu
Dan nyatanya hati masih merindu
Maafkan aku tentang semua ini..

                                                                                        Banda Aceh, 02 Okt 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar